Postingan

Kelainan Pada Fetus, Apa yang Terjadi Selama Kehamilan?

Kelainan fetus manusia paling banyak terjadi pada trimester pertama kehamilan (12 minggu pertama). Hal tersebut berkaitan bahwa pada trimester pertama kehamilan merupakan masa penting terjadinya organogenesis .  Kelainan pada fetus dapat disebabkan oleh dua faktor diantaranya faktor secara genetik seperti mutasi dan aberasi dan faktor lingkungan baik yang berasal bahan kimia (obat-obatan), biologi (virus) dan fisik (radiasi). 1. Faktor Genetik Banyak kelainan yang bersifat kongenital menurun, yang beberapa diantaranya mengikuti pola Hukum Mendel. Pada banyak kasus, kelainan dapat langsung disebabkan oleh perubahan pada satu gen saja yang dapat dinamakan sebagai mutasi gen tunggal. Mutasi : M erupakan adanya perubahan susunan nukleotida gen yang dapat menimbulkan alel cacat yang bersifat dominan atau resesif. Pada manusia jenis kelainan yang disebabkan oleh mutasi gen tunggal diperkirakan mendekati 8% dari seluruh malformasi. Gen-gen tersebut...

Malformasi Sperma dan Keberhasilan Teknik ICSI

Oleh: Rizki Nisfi Ramdhini, M.Si Pada dasarnya sperma yang mampu untuk membuahi ovum (fertilisasi) merupakan sperma yang secara kuantitas dan kualitas bersifat normal. Pada saat terjadi koitus dan ejakulasi, jutaan sperma terdeposit ke dalam vagina bagian atas.  Namun, sebagian besar jumlah sperma tidak akan mencapai lokasi fertilisasi ( tuba fallopi ). Hal tersebut terkait dengan kondisi sperma secara kualitas. Sperma yang bersifat abnormal (malformasi) akan mengalami kematian sebelum bertemu ovum.  Namun, bukan bearti sperma yang bersifat abnormal tidak dapat sama sekali melakukan fertilisasi. Hanya saja dalam hal ini diperlukan adanya Teknologi Reproduksi Berbantu ( fertilisasi in-vitro)  yakni program bayi tabung menggunakan teknik ICSI (intra cytoplasmic sperm injection). Teknik tersebut merupakan   teknik mikromanipulasi dengan menyuntikkan satu spermatozoon ke dalam sitoplasma oosit mature.  Teknik ICSI telah digunakan untuk menangani ...

Keterlibatan Sperma Dalam Proses Fertilisasi

Gambar
Oleh: Rizki Nisfi Ramdhini, M.Si Stikes Muhammadiyah Pringsewu Fertilisasi merupakan proses penyatuan gamet pria (sperma) dan wanita (ovum), yang terjadi di   tuba fallop i.  Sperma yang terlibat aktif dalam proses fertilisasi harus memiliki kualitas yang baik, yakni sperma yang telah mencapai kesempurnaan dalam proses spermatogenesis, yaitu sperma yang memiliki kepala, akrosom, bagian tengah dan ekor .  Gambar 1. Struktur Sperma Untuk mencapai keberhasilan dalam proses fertilisasi, sperma harus melalui 3 fase berikut: 1. Penembusan Korona Radiata Sperma yang telah  mengalami masa kapasitasi dapat menembus sel korona ovum .  Masa k apasitasi sperma pada manusia berlangsung ± 7 jam, dimana sperma dapat menyesuaikan dengan kondisi di saluran reproduksi wanita dengan melepaskan  selubung glikoprotein dari selaput plasma semen yang membungkus akrosom spermatozoa. 2. Penembusan Zona Pelusida Terjadinya p elepasan en...

Wisata Ke Menara Siger Lampung

Gambar
Menara Siger nampak dari Depan Berawal dari rasa penasaran yang begitu besar, akhirnya terpenuhi juga untuk bisa mengunjungi menara Siger Lampung yang dikala itu hanya mampu memandangi dari kejauhan, terkait lokasi yang sulit untuk didatangi. Menara tinggi  nan kokoh serta warna yang begitu apik hingga kini banyak yang menjadikan sebagai penanda khusus bagi mereka para penumpang kapal penyebarangan laut selat sunda bahwasanya kapal mereka akan segera merapat dan berlabuh di pelabuhan Bakaeuni, Lampung.  Menara Siger merupakan bangunan tinggi bewarna kuning dan merah serta berhiaskan ukiran motif kain khas lampung, yang merupakan identitas daerah Propinsi Lampung seperti halnya Monas di Jakarta. Selain sebagai identitas, Menara Siger juga sebagai titik nol sumatra bagian selatan. Secara fisik Menara Siger berbentuk mahkota dengan sembilan rangkaian sebagai simbol sembilan bahasa di Lampung. Payung tiga warna (putih-kuning-merah) yang berada di puncak menara melam...

Prinsip Dasar Isolasi Mikroorganisme

Isolasi mikroorganisme  m erupakan proses pemisahan satu klon mikroorganisme yang diinginkan (populasi berasal dari sel induk yang sama) dari berbagai klon yang ada di alam.  Prinsip  isolasi adalah proses pemisahan satu klon tunggal dari klon lainnya melalui prosedur sebagai berikut :  Pengkayaan dan Skrining Proses pengkayaan hanya dilakukan jika mikroorganisme yang akan dicari/diisolasi berjumlah sedikit di alam.  Proses pengkayaan dapat dilakukan menggunakan media pengkayaan yang telah dilengkapi ag en selektif untuk mengeliminasi kelompok mikroorganisme lain bukan target.  Pengkayaan dan skrining sering dilakukan untuk mencari mikroorganisme yang berpotensi menghasilkan senyawa potensial seperti antibiotik dan enzim.  Pemisahan/Pemurnian Pada tahap ini, mikroorganisme yang sudah dperoleh melalui pengkayaan dan skrining selanjutnya dilakukan proses pemisahan/pemurnian mikroorganisme target dari mikroorganisme bukan target. Pemisahan/pemurn...

Cara Penggunaan Kata Too, So, Either, Neither

Dua kalimat sederhana dengan prdikat sama dapat digabungkan dengan kata "Dan" untuk membentuk kalimat gabungan. Cara menggabungkannya adalah dengan menghilangkan satu diantara pedikat yang sama serta menggantikannya kedalam ungkapan (frase) yang menggunakan Too (juga), So (begitu juga), Either (juga), Neither (tidak juga).  Too dan So digunakan dalam pernyataan-pernyataan positif (Positive Statements) sedangkan Either dan Neither  digunakan dalam pernyataan-pernyataan negatif (Negative Statements).  Perhatikan Pola Pernyataan Berikut: 1. Positive Statements He Helps Roni once a month. I help Roni once a month He Helps Roni once a month and I do, too. He Helps Roni once a month and so do I. He has helped Roni. I have helped Roni He has helped Roni and I have, too He has helped Roni and so have I. He was helping Roni. She was helping Roni He was helping Roni and she was, too He was helping Roni and so was she He had helped...

GENETIKA: Penentuan Jenis Kelamin Mahluk Hidup

Gambar
Oleh: Rizki Nisfi Ramdhini, M.Si A. Faktor Penentu Jenis Kelamin Mahluk Hidup Terdapat dua faktor penting yang berperan dalam mekanisme penentuan jenis kelamin mahluk hidup, diantaranya: 1. Faktor Lingkungan Jenis kelamin suatu mahluk hidup dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yang dalam hal ini adalah keadaan fisiologi mahluk hidup tersebut. Keseimbangan kadar hormon kelamin secara signifikan berpengaruh terhadap fenotip. Jika mahluk hidup tersebut mengalami ketidak seimbangan kadar hormon akan menyebabkan terjadinya perubahan jenis kelamin. Berikut beberapa fenomena yang berkaitan dengan perubahan jenis kelamin pada mahluk hidup terkait faktor lingkungan. a. Cacing laut Bonellia viridis, jenis cacing tersebut dapat mengalami perubahan jenis kelamin di lingkungan air. Penelitian terkait fenomena tersebut dilakukan oleh F.Baltzer. Ia menemukan bahwa setiap cacing yang didapatkan dari sel telur yang terisolisir akan menjadi cacing betina. Jika caci...