Postingan

Menampilkan postingan dengan label Genetika

GENETIKA: Penentuan Jenis Kelamin Mahluk Hidup

Gambar
Oleh: Rizki Nisfi Ramdhini, M.Si A. Faktor Penentu Jenis Kelamin Mahluk Hidup Terdapat dua faktor penting yang berperan dalam mekanisme penentuan jenis kelamin mahluk hidup, diantaranya: 1. Faktor Lingkungan Jenis kelamin suatu mahluk hidup dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yang dalam hal ini adalah keadaan fisiologi mahluk hidup tersebut. Keseimbangan kadar hormon kelamin secara signifikan berpengaruh terhadap fenotip. Jika mahluk hidup tersebut mengalami ketidak seimbangan kadar hormon akan menyebabkan terjadinya perubahan jenis kelamin. Berikut beberapa fenomena yang berkaitan dengan perubahan jenis kelamin pada mahluk hidup terkait faktor lingkungan. a. Cacing laut Bonellia viridis, jenis cacing tersebut dapat mengalami perubahan jenis kelamin di lingkungan air. Penelitian terkait fenomena tersebut dilakukan oleh F.Baltzer. Ia menemukan bahwa setiap cacing yang didapatkan dari sel telur yang terisolisir akan menjadi cacing betina. Jika caci...

GENETIKA: Dasar Fisis Hereditas (Kromosom dan Pembelahan Sel)

Gambar
Oleh: Rizki Nisfi Ramdhini, M.Si Stikes Muhammadiyah Pringsewu Pendahuluan Genetika meruapakan salah satu cabang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari hereditas mahluk hidup beserta variasi yang dimunculkan. Sifat-sifat genetis tersebut diturunkan dari generasi ke generasi dalam bentuk unit-unit hereditas yang disebut gen . Gen-gen tersebut tersusun di dalam molekul DNA ( deoxyribonucleic acid ) yang terikat dengan matriks protein membentuk nukleoprotein dan kemudian menjadi struktur yang disebut sebagai kromosom .  DNA merupakan molekul yang bersifat stabil dan mempunyai kemampuan bereplikasi. DNA mengandung informasi yang berkode untuk mengekspresikan berbagai protein yang diperlukan oleh tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Hanya saja dalam sesekali waktu, beberapa bagian DNA dapat mengalami perubahan yang disebut dengan istilah mutasi, yakni perubahan instruksi-instruksi yang dikodekan, sehingga dapat menghasilkan protein defektif (cacat) atau penghentian sintes...