Postingan

Menampilkan postingan dengan label Biologi

KONSEP METABOLISME

Gambar
1. Pendahuluan Semua sel hidup memerlukan energi untuk melakukan berbagai aktivitas secara seluler. Energi tersebut diperoleh dari proses metabolisme molekul organik (karbohidrat, lemak dan protein) yang diasup sebagai sumber makanan. Molekul organik tersebut dipecah melalui reaksi enzimatik di dalam sel untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP ( Adenosin Tripospat ). ATP yang dihasilkan nantinya akan digunakan oleh tubuh secara seluler seperti proses pembelahan sel, deferensiasi sel, motilitas sel, cell signaling , dan organelle movement.   I. Tahapan Metabolisme Seluler Makanan yang telah dicerna, untuk dapat diserap oleh tubuh sebelumnya harus mengalami proses pemecahan menjadi molekul yang lebih kecil, dimana protein akan dipecah menjadi asam amino , polisakarida menjadi gula , dan lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Proses pencernaan tersebut terjadi diluar sel. Asam amino, glukosa dan asam lemak selanjutnya akan masuk ke dalam sel yang kemu...

Darah: Produksi Sel Darah Merah

Gambar
Oleh: Rizki Nisfi Ramdhini, M.Si Stikes Muhammadiyah Pringsewu, Lampung Sel-sel darah merah secara khusus dibentuk di sumsum tulang. Pada manusia jumlah sumsum tulang berkisar antara 1.5-3.5kg. Ada dua jenis sumsum tulang, yakni sumsum tulang merah dan sumsum tulang kuning. Sumsum tulang merah mengandung sel-sel darah merah dan prazat sel-sel darah merah (eritroid dan myeloid), sedangkan sumsum tulang kuning mengandung beberapa substansi yang meliputi pembuluh darah, serabut jaringan ikat, sel lemak dan sel retikulum. Selain sebagai lokasi memproduksi sel darah merah, sumsum tulang merah juga sebagai lokasi memproduksi granulosit, monosit, limfosit dan trombosit. Dari beberapa jenis tulang pada manusia, hanya tulang rusuk, sternum dan tulang belakang yang memiliki kemampuan memproduksi sel darah merah hingga usia lanjut. Berbeda dengan tulang tibia dan femur yang akan berhenti memproduksi sel darah merah setelah mencapai usia 20 tahun. A. Proses Pembentukan Sel Darah Merah ...

BIOLOGI INDUSTRI: Enzim α-Amilase Komersial

Gambar
A. Pendahuluan Enzim α-amilase ( 1,4-α-D-glukan glukano hidrolase; glikonase) merupakan jenis enzim yang memiliki kemampuan menghidrolisis pati, glikogen, dan polisakarida lainnya melalui pemutusan ikatan α-1,4-glikosida secara acak. Enzim α-amilase tergolong ke dalam enzim kelas 13 glikosil hidrolase yang memiliki beberapa sisi aktif yang dapat mengikat 4 hingga 10 molekul substrat.  Dalam mekanisme kerjanya, enzim   α-amilase  memotong ikatan glikosidik α-1,4 pada molekul pati (karbohidrat) sehingga akan terbentuk molekul-molekul karbohidrat yang lebih pendek. Hasil dari pemotongan tersebut dapat berupa maltosa , maltotriosa , atau  glukosa. Enzim α-amilase memiliki penerapan yang luas terutama di bidang industri, diantaranya industri makanan, tekstil, kertas, dan industri deterjen. Di bidang industri makanan, enzim α-amilase sering digunakan dalam proses pembuatan berbagai produk hidrolisis bahan berpati seperti sirup glukosa, sirup maltosa, maltodekst...

Prinsip Dasar Isolasi Mikroorganisme

Isolasi mikroorganisme  m erupakan proses pemisahan satu klon mikroorganisme yang diinginkan (populasi berasal dari sel induk yang sama) dari berbagai klon yang ada di alam.  Prinsip  isolasi adalah proses pemisahan satu klon tunggal dari klon lainnya melalui prosedur sebagai berikut :  Pengkayaan dan Skrining Proses pengkayaan hanya dilakukan jika mikroorganisme yang akan dicari/diisolasi berjumlah sedikit di alam.  Proses pengkayaan dapat dilakukan menggunakan media pengkayaan yang telah dilengkapi ag en selektif untuk mengeliminasi kelompok mikroorganisme lain bukan target.  Pengkayaan dan skrining sering dilakukan untuk mencari mikroorganisme yang berpotensi menghasilkan senyawa potensial seperti antibiotik dan enzim.  Pemisahan/Pemurnian Pada tahap ini, mikroorganisme yang sudah dperoleh melalui pengkayaan dan skrining selanjutnya dilakukan proses pemisahan/pemurnian mikroorganisme target dari mikroorganisme bukan target. Pemisahan/pemurn...

GENETIKA: Dasar Fisis Hereditas (Kromosom dan Pembelahan Sel)

Gambar
Oleh: Rizki Nisfi Ramdhini, M.Si Stikes Muhammadiyah Pringsewu Pendahuluan Genetika meruapakan salah satu cabang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari hereditas mahluk hidup beserta variasi yang dimunculkan. Sifat-sifat genetis tersebut diturunkan dari generasi ke generasi dalam bentuk unit-unit hereditas yang disebut gen . Gen-gen tersebut tersusun di dalam molekul DNA ( deoxyribonucleic acid ) yang terikat dengan matriks protein membentuk nukleoprotein dan kemudian menjadi struktur yang disebut sebagai kromosom .  DNA merupakan molekul yang bersifat stabil dan mempunyai kemampuan bereplikasi. DNA mengandung informasi yang berkode untuk mengekspresikan berbagai protein yang diperlukan oleh tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Hanya saja dalam sesekali waktu, beberapa bagian DNA dapat mengalami perubahan yang disebut dengan istilah mutasi, yakni perubahan instruksi-instruksi yang dikodekan, sehingga dapat menghasilkan protein defektif (cacat) atau penghentian sintes...